Sunday, August 1, 2010

Sudah Jatuh Ketiban Tangga

Tliiintiing..kliintiing…klintiing…nyaring sekali bunyi lonceng genta berkumandang, itu tandanya Meeting..meeting..dan..meeting lagi, Ooh bosan sekali rasanya, mending kalau dapat uang hadir setiap meeting. 

Ayoo naik-naik, meeting di Ruang Arjuna !!,tepatnya di lantai 3. “Plack plack”suara tepuk tangan senior sekretaris, pertanda para karyawan harus bergegas naik dan mengambil posisi tempat duduk. Secara semua staff mendapat edaran memo menghadiri meeting bulanan dengan catatan :

“Menghimbau meeting sangat penting, diharap kehadiran rekan-rekan untuk datang tepat waktu”. 

Biasa budaya Indonesia, selalu mengulur waktu,budaya tidak tepat waktu. Eh  terlalu sadis, tapi memang benar kan, santai, alon-alon asal klakon (Pelan-pelan asal berhasil). Sebenarnya aku tidak mengulur waktu, tetapi ada pekerjaan yang belum terselesaikan olehku dan teman-teman.


Bluuuugggghh, Praakh, …Aauuww, terdengar suara dari tangga lantai 2. “Suara apa itu!” teriak Pamie, 

“Aduuuuh…aahh..duuh..duuh…” suara rintihan di bawah tangga. Spontan kita semua melihat kebawah, 

“Ya Tuhan”, “Astaga”, “Yak ampun”, “Astaugfiruloh”, “Retno”, “Mbak Retno kamu kenapa tadi”?. Berbagai macam ucapan kaget yang keluar dari mulut teman-temanku. 

Posisi mbak Retno duduk bersimpuh dengan kaki di tekuk, tangan kanan memijat kaki sebelah kanan yang terkilir, sambil merintih kesakitan. Terlihat raut wajah sedih, tangan kirinya mencoba melepas tali sepatunya, dan menarik bagian tali depan sepatu itu sambil berkata “Sepatu baru dipakai sehari wes (sudah) jebol, yak ampun” tampak raut wajah kecewa. 




“Oalah mbak padahal tadi habis tak puji kalau sepatumu bagus, warna hitam dan merah, bertali simple di depan dan bener kan omongan ku, tali tali sepatumu harus dijahit ulang. Masalahnya aku punya sepatu seperti itu memang cepet jebol talinya rentan” aku mengulangi perkataan ku tadi pagi. “iya mbak aku juga bilang sepatumu bagus tadi” celetuk Lia. 

“Ada apa ini kok malah bergerombol disini, bukannya duduk diruang meeting” teriak bu Rumi, dia Senior sekretaris di kantorku. 

“Ini Bu, mbak Retno jatuh”, Mbak ratih menjelaskan ke Bu Rumi. Sambil aku dan temanku membantu mbak Retno berdiri, membawakan buku agenda dan membantu naik ke tangga dengan satu kaki tidak memakai sepatu. Terlihat raut wajah Bu Rumi merasa iba melihat mbak Retno.

“Iki akibate aku mbolos jam kerjo karo Liska nang Galeria Mall, sak umur-umurku selama 6 tahun aku kerjo ratau mbolos mung mergo ono sale sepatu, yo koyo ngene ki akibate, aku tibo ko tangga sepatuku rusak. Hahahaaa..kuwalat karo pak bos iki…” 

“Ini akibatnya aku bolos kerja sama Liska ke Galeria Mall, se umur-umur selama 6 tahun aku kerja enggak pernah mbolos hanya karena ada sale sepatu, ya seperti ini akibatnya, aku jatuh dari tangga sepatuku rusak. Hahahaa..kuwalat sama pak bos ini…”

Celetuk Mbak Retno menceritakan dengan ketawa dan merintih kesakitan, sambil menaiki tangga.

Hening. Meeting dimulai. Dan selang 30 menit kemudian, handphone ku bergetar bunyi sms dari Lia bunyinya “aku ngantuk” , 2 menit kemudian getar sms dari Arum “Males banget, ngantuk boleh keluar duluan gak ya? Koment statusku wae mbak” (koment statusku saja mbak). Ahahaha memang bukan mereka saja yang mengantuk, aku juga. 

Sesekali aku membuka Facebook membaca status dan mengkomentari, dan membaca timeline twitter, me retweet status teman yang bagus. Aku lakukan supaya tidak boring, dan mengantuk. Dan terbukti mata kembali cerah, konsentrasi mendengarkan lagi. Ternyata itu pun dilakukan oleh beberapa temanku. Well memang terkadang meeting itu membosankan, terlalu teori, prosedural. Tapi juga bermanfaat dan memang harus seperti itu, peraturan dibuat untuk dilanggar, eh salah ya peraturan dibuat untuk di patuhi, dijaga dan dijalani dengan setulus hati.


Semangaat!!!


2 comments:

  1. hahaha .. tulisanmu apik, bee!

    ngomong-ngomong, kalau memang prosedural itu membosankan, pernah enggak salah satu dari kalian atau kowe angkat tangan terus mengutarakan permasalahan? maksudku, nek meeting kie kalian malah do twitteran apa nggak mending para peserta yang tidak berkepentingan mending ga usah ikut meeting? lanjutin pekerjaan, njuk nanti tinggal dikasih tahu hasil akhirnya aja.

    ReplyDelete
  2. yuhuu...
    kalau urgent kerjaan ijin diperbolehkan gak ikut kok, so tinggal copy paste hehehee

    ReplyDelete