Thursday, May 27, 2010

Nonton Premiere

PRINCE OF PERSIA: THE SANDS OF TIME

Rencana mau nonton Iron Man 2, ternyata sudah tidak tayang lagi di XXI, dan plan ke 2 nonton Robbin Hood, ternyata pas lihat jadwal  On line Justru Prince Of Persia sudah tayang, tanpa  pikir panjang. Aku nonton Premiere film itu tadi malam.

Sore itu hujan turun cukup deras. Aku Cuma memakai jas hujan jaket saja tanpa celana jas hujan. Pukul 19.00 wib malam aku sudah berada di studio XXI, hendak mengantri “Aah” celetukku, celana jeans hitamku basah dan rasa dingin menyerang dari lutut hingga ujung mata kaki. Antiran tidak panjang apa karena turun hujan malam itu, bisa juga pada belum tahu ada Premiere Prince Of Persia 2 studio pula. Ternyata dugaanku salah studio 2 dengan jadwal tayang pukul 19.15 wib tiket sudah habis terjual dan tinggal kursi depan, aku beralih ke studio 1 tayang jam 21.00wib yah lumayan lah dapat deretan D meski pinggir.

Selama 2 jam menungu aku duduk dengan temanku dengan hot black coffe cream dan aku memesan hot tea fruit tepatnya lupa namanya hehee , juga kau membawa bekal kue sekotak. Kami berada di pelataran cafĂ© ngobrol kita share berbagai cerita kehidupan sosial kita, cukup serius juga,  dan sesekali tertawa, obrolan kita berhenti setelah  live music mulai, dengan alasan kita duduk di dekat sound system. Tapi Kita menikmatinya, dan bekal kue itu tidak kami makan ,hanya kita sentuh saja, dengan alasan lagi karena kita sudah kenyang.

Waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 wib, kita langsung masuk kedalam studio.
Hmm film yang menarik, 

Dastan (Jake Gyllenhaal), pria miskin di Persia (Iran). Sewaktu Dastan kecil dia memang ahli dalam bertarung dan mempunyai siasat yang cerdik. Setelah menunjukkan keberanian dalam sebuah pertarungan, dia diangkat oleh raja sebagai ahli warisnya, sehingga dua putra raja  dan tidak turut berjuang mempertahankan takhta. Akan tetapi dia di fitnah karena telah memberikan hadiah berupa Jubah kepada Ayah nya Raja Sharaman (Ronald Pickup). Dipakailah Jubah itu, beberapa  menit kemudian sang Raja itu terbakar kemudian meninggal. Dastan melarikan diri dari kerajaan. Dia bergabung dengan Putri Tamina (Gemma Arterton) untuk menyelamatkan Sands of Time, sebuah hadiah dari para dewa yang mengontrol waktu, dari tangan bangsawan bernama Nizam (Ben Kingsley) yang jahat. Tamina yang sangat cantik dan sexy konon merupakan Ratu tercantik  itu juga cukup cerdik di kota suci Alumut . Dalam setiap petualangannya dia jatuh hati pada Dastan.



Kesimpulan dari film tersebut, adalah  suatu keluarga akan selalu bahagia, apabila mereka bersatu dengan saudara , saling percaya, percaya pada hati masing-masing, saling membantu satu sama lain, dan kekuatan serta kebahagiaan akan kuat adanya. Film tersebut membuka mata hati kita pada seorang dastan pria fakir miskin dari Persia, dia bukan berasal dari kelurga berdarah biru dan bukan saudara kandung dua putra raja yang lain, bisa mengembalikan kepercayaan kedua saudaranya dan rakyatnya akan sebuah kebenaran dengan usaha yang besar, dan takdir yang dia punya.



Tuesday, May 18, 2010

Berawal dari Langka dan Tradisional

Ole.....

Berawal dari hasrat keinginanku yang tiba-tiba muncul, pikiranku melayang ke jenis makanan tradisional dan buah langka.

Sampai aku membuat list makanan tradisional yang harus aku makan bulan ini :

1.    Bubur sumsum,
Sudah 1,5 bulan yang lalu keinginanku untuk makan tapi belum ku temukan yang lezat dan  gurih serta manisnya kuah gula merah. Sluuruuph…


2.    Jenang grendul,

Hm lheerr...kalo di sendok jenangnya terbuat dari tepung beras dan grendulnya berbentuk bulat dari tepung ketan yang di bulat-bulat  meleleh licin serasa tidak mau diambil oleh sendok dan masuk kemulut....Sluuruuph, ini sudah kesampaian aku memakannya, sekitar satu minggu yang lalu aku pergi ke Solo dan itu juga karena berkat teman kantorku dia membawanya Import dari UK (United Klaten) maaf terlalu lebay hehehe…


3.    Grontol jagung,

Butiran jagung yang direbus dan dicampur dengan garam serta parutan kelapa, sudah berhasil aku memakannya bulan kemarin, temen kantor ku yang rumahnya di daerah tepat dibawah gunung merapi desa Sembung kaliurang tepatnya lumayan jauh dari pusat kota. Pasar tradisional dan makanan tradisional disana masih cukup lengkap, jadilah dia membawakannya untuk ku. Pagi-pagi sesampai dikantor, dia langsung menaruhnya di mejaku sambil berkata "Ini pesenanmu wes tak golekke grontol e, ndang di entekke loh". Hahaha aku bersorak girang, kuambil 2 bungkus plastik bening ukuran 1/4kg an jadi cukup sedikit, makanya aku ambil 2 sisanya aku bagi ke temen-temen yang lain. Maklum lagi nyidam jadi teman-temanku memaklumi ku. Senyum 3 jari ku mengembang.

Grontol jagung rebus yang ini lumayan enak, jagungnya bersih putih ditaburi parutan kelapa, dan garam yang membuat rasanya Hmmm sensasi tersendiri makanan Indonesia kaya akan rasa...jauh sama Sweatcorn, Pizza, chicken burito atau kebab turky. Selang seminggu temanku yang berasal dari "UK" United Klaten membawakan grontol lagi Grontol Import fresh from UK "United Klaten" Aiih celetukku. Akan tetapi lidahku kurang begitu merasakan sensasi rasa grontol import itu, terlalu virgin rasanya alias kurang rasa taburan garam,dan kebanyakan parutan kelapa alias hambar. Terima Kasih tidak lupa aku ucapkan ke teman-temanku.

4.    Meniran,
Seperti arem-arem cuma sedikit beda rasanya, berasal dari beras menir, parutan kelapa, ikan teri dan lamtoro ditempel di pinggir nasi (sedangkan arem-arem isi didalam nasi) yang dibungkus daun pisang. Ini juga dibawain dari Desa Sembung kaliurang. Nikmat buat sarapan, cukup mengenyangkan, ditemani teh anget.

5.    Nasi jagung
Lauk ikan asin sambel kelapa pedas, daun singkong, ini yang belum aku temukan terakhir kali makan thn 1999 beli di pasar tawangmangu Karanganyar Solo, dan sampai sekarang belum menemukan se enak itu. Ada, aku menemukan tetapi hanya nasi jagung saja yang di cetak padat bulat, tanpa lauk dan sambal.

6.    Juwet atau duwet,
Orang Inggris biasa menyebut “java Plum”, buah langka jenis anggur jawa. Buahnya sebesar jempol, bentuknya lonjong berwarna hitam ke ungu-unguan daging buahnya berwarna putih ke unguan, rasanya manis sedikit masam, lebih enak disajikan dengan taburan garam, pohonnya rindang tinggi meraksasa dan biasanya kebanyakan tumbuh di kuburan atau di kelompok pohon yang besar. "Glekhh" menelan ludah, ada yang tau tidak sekarang cari buah juwet/duwet itu dimana?

7.    Buah Salam,
Buahnya berwarna hitam, ukuran kecil seukuran cermai, rasanya manis. Nama buah dan daunnya juga sama “Salam”. "Bay Leaf" atau daun salam yang biasa buat penyedap masakan, pohonnya juga meraksasa. Dulu sewaktu kecil aku suka bermain bersama temen-temenku menjelajah kampung temenku yang jauh dari rumahku dan mulai mengambil "nyinggek/genter" atau Galah untuk memetik atau apa ya istilahnya "meng-nyinggek"/memetik buah kecil2 itu. Sampai saking sukanya makan aku bawa pulang dan ku taruh saku, ternyata sepanjang jalan naik sepeda buah itu pecah atau lecet alhasil warnanya meluber disaku celanaku dan membentuk noda yang besar warnanya merah ke ungu-unguan tidak bisa hilang pula. Aah ingat masa kecil dulu sampai kena marah ibu, pulang main baju selalu kotor, dekil pula hahahaaa..

8.    Ciplukan,
Tumbuh berkelompok pohonnya pendek tingginya kira-kira 0.5M, berbentuk bulat kecil seperti buah talok/cersen manis kalau matang dan asam kalau masih mentah, ranum mengkilat bulat terbungkus lapisan daun yang berjari jari bulat ke lonjong. Buah langka berkhasiat sebagai obat herbal juga tepatnya untuk sakit paru-paru. Itu juga karena ayahku menanam pohon itu di kebun kami. Hmm sewaktu kecil aku suka mencari buah yang sudah matang, ku pegang buahnya yang mesih ketutup lapisan daun yang membungkus, bila ditekan empuk, ginyuk-ginyuk istilahnya matang, ranum, atau apa ya, yah pokoknya seperti itulah, baru aku menyobek daun yang membungkus buah ciplukan dan langsung ku petik karena sudah matang dan pastilah manis. Rasanya manis, asam, seger meluber bila sudah digigit “plak” bunyinya, baru dikunyah raut muka yang berbeda bila merasakan sensasi rasa buah ciplukan itu, kangen akan rasa itu sekarang.


9.    Umbi Uwi dan Ntiek,
Sejenis umbi umbian rasanya hampir mirip seperti ketela/singkong. Penyajiannya direbus terlebih dahulu, disajikan sewaktu masih hangat, enak dinikmati di pagi hari ataupun pas hujan-hujan seperti sekarang ini. Dahulu sewaktu masih dirumah, aku juga suka mencicipi hidangan ayah, yang bisa berkhasiat untuk diet gula darah juga, karena tidak banyak mengandung gula seperti ketela/singkong.

10.    Sempe dan Kembang gula, makanan jaman bahoelak.
Sempe  berbentuk tipis dan bulat seukuran bulatan mangkok kecil, sedangkan kembang gula bisa berbentuk bulat padat tebal berserabut lembut panjang tak terputus dan manis tentunya berbagai warna dan rasa, bisa juga dalam kemasan toples. Kembang gula di taruh di atas lempengan sempe dan di tutup dengan sempe berbentuk seperti gapit, makanya dinamai gapit sempe. Dan ini baru berhasil juga aku dapatkan kan berhubung hari minggu kemarin ini keluarga Madiun datang ke Jogja,  Ada pula gapit pecel aku suka sekali karena mungkin aku orang Madiun. Ini lain bahannya yaitu dari krupuk dan sayur-sayuran yang dituangi sambal kacang dan di taruh di antara krupuk dan di gapit, siap dimakan. Hhhsss…pedas nya bikin goyang lidah.

Baru itu makanan tradisional dan buah langka yang aku pengen akhir-akhir ini, ada yang sudah terealisasi ada yang belum. Dibilang nyidam bisa iya tapi bukan nyidam karena hamil, karena memang belum hamil dan ingin hamil juga, tapi belum menikah. aduh kok jadi nglantur seperti ini ya. Dan berharap itu Pasti.

Hahaha,,,,,