PRINCE OF PERSIA: THE SANDS OF TIME
Rencana mau nonton Iron Man 2, ternyata sudah tidak tayang lagi di XXI, dan plan ke 2 nonton Robbin Hood, ternyata pas lihat jadwal On line Justru Prince Of Persia sudah tayang, tanpa pikir panjang. Aku nonton Premiere film itu tadi malam.
Sore itu hujan turun cukup deras. Aku Cuma memakai jas hujan jaket saja tanpa celana jas hujan. Pukul 19.00 wib malam aku sudah berada di studio XXI, hendak mengantri “Aah” celetukku, celana jeans hitamku basah dan rasa dingin menyerang dari lutut hingga ujung mata kaki. Antiran tidak panjang apa karena turun hujan malam itu, bisa juga pada belum tahu ada Premiere Prince Of Persia 2 studio pula. Ternyata dugaanku salah studio 2 dengan jadwal tayang pukul 19.15 wib tiket sudah habis terjual dan tinggal kursi depan, aku beralih ke studio 1 tayang jam 21.00wib yah lumayan lah dapat deretan D meski pinggir.
Selama 2 jam menungu aku duduk dengan temanku dengan hot black coffe cream dan aku memesan hot tea fruit tepatnya lupa namanya hehee , juga kau membawa bekal kue sekotak. Kami berada di pelataran café ngobrol kita share berbagai cerita kehidupan sosial kita, cukup serius juga, dan sesekali tertawa, obrolan kita berhenti setelah live music mulai, dengan alasan kita duduk di dekat sound system. Tapi Kita menikmatinya, dan bekal kue itu tidak kami makan ,hanya kita sentuh saja, dengan alasan lagi karena kita sudah kenyang.
Waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 wib, kita langsung masuk kedalam studio.
Hmm film yang menarik,
Dastan (Jake Gyllenhaal), pria miskin di Persia (Iran). Sewaktu Dastan kecil dia memang ahli dalam bertarung dan mempunyai siasat yang cerdik. Setelah menunjukkan keberanian dalam sebuah pertarungan, dia diangkat oleh raja sebagai ahli warisnya, sehingga dua putra raja dan tidak turut berjuang mempertahankan takhta. Akan tetapi dia di fitnah karena telah memberikan hadiah berupa Jubah kepada Ayah nya Raja Sharaman (Ronald Pickup). Dipakailah Jubah itu, beberapa menit kemudian sang Raja itu terbakar kemudian meninggal. Dastan melarikan diri dari kerajaan. Dia bergabung dengan Putri Tamina (Gemma Arterton) untuk menyelamatkan Sands of Time, sebuah hadiah dari para dewa yang mengontrol waktu, dari tangan bangsawan bernama Nizam (Ben Kingsley) yang jahat. Tamina yang sangat cantik dan sexy konon merupakan Ratu tercantik itu juga cukup cerdik di kota suci Alumut . Dalam setiap petualangannya dia jatuh hati pada Dastan.

Kesimpulan dari film tersebut, adalah suatu keluarga akan selalu bahagia, apabila mereka bersatu dengan saudara , saling percaya, percaya pada hati masing-masing, saling membantu satu sama lain, dan kekuatan serta kebahagiaan akan kuat adanya. Film tersebut membuka mata hati kita pada seorang dastan pria fakir miskin dari Persia, dia bukan berasal dari kelurga berdarah biru dan bukan saudara kandung dua putra raja yang lain, bisa mengembalikan kepercayaan kedua saudaranya dan rakyatnya akan sebuah kebenaran dengan usaha yang besar, dan takdir yang dia punya.
Rencana mau nonton Iron Man 2, ternyata sudah tidak tayang lagi di XXI, dan plan ke 2 nonton Robbin Hood, ternyata pas lihat jadwal On line Justru Prince Of Persia sudah tayang, tanpa pikir panjang. Aku nonton Premiere film itu tadi malam.
Sore itu hujan turun cukup deras. Aku Cuma memakai jas hujan jaket saja tanpa celana jas hujan. Pukul 19.00 wib malam aku sudah berada di studio XXI, hendak mengantri “Aah” celetukku, celana jeans hitamku basah dan rasa dingin menyerang dari lutut hingga ujung mata kaki. Antiran tidak panjang apa karena turun hujan malam itu, bisa juga pada belum tahu ada Premiere Prince Of Persia 2 studio pula. Ternyata dugaanku salah studio 2 dengan jadwal tayang pukul 19.15 wib tiket sudah habis terjual dan tinggal kursi depan, aku beralih ke studio 1 tayang jam 21.00wib yah lumayan lah dapat deretan D meski pinggir.
Selama 2 jam menungu aku duduk dengan temanku dengan hot black coffe cream dan aku memesan hot tea fruit tepatnya lupa namanya hehee , juga kau membawa bekal kue sekotak. Kami berada di pelataran café ngobrol kita share berbagai cerita kehidupan sosial kita, cukup serius juga, dan sesekali tertawa, obrolan kita berhenti setelah live music mulai, dengan alasan kita duduk di dekat sound system. Tapi Kita menikmatinya, dan bekal kue itu tidak kami makan ,hanya kita sentuh saja, dengan alasan lagi karena kita sudah kenyang.
Waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 wib, kita langsung masuk kedalam studio.
Hmm film yang menarik,
Dastan (Jake Gyllenhaal), pria miskin di Persia (Iran). Sewaktu Dastan kecil dia memang ahli dalam bertarung dan mempunyai siasat yang cerdik. Setelah menunjukkan keberanian dalam sebuah pertarungan, dia diangkat oleh raja sebagai ahli warisnya, sehingga dua putra raja dan tidak turut berjuang mempertahankan takhta. Akan tetapi dia di fitnah karena telah memberikan hadiah berupa Jubah kepada Ayah nya Raja Sharaman (Ronald Pickup). Dipakailah Jubah itu, beberapa menit kemudian sang Raja itu terbakar kemudian meninggal. Dastan melarikan diri dari kerajaan. Dia bergabung dengan Putri Tamina (Gemma Arterton) untuk menyelamatkan Sands of Time, sebuah hadiah dari para dewa yang mengontrol waktu, dari tangan bangsawan bernama Nizam (Ben Kingsley) yang jahat. Tamina yang sangat cantik dan sexy konon merupakan Ratu tercantik itu juga cukup cerdik di kota suci Alumut . Dalam setiap petualangannya dia jatuh hati pada Dastan.
Kesimpulan dari film tersebut, adalah suatu keluarga akan selalu bahagia, apabila mereka bersatu dengan saudara , saling percaya, percaya pada hati masing-masing, saling membantu satu sama lain, dan kekuatan serta kebahagiaan akan kuat adanya. Film tersebut membuka mata hati kita pada seorang dastan pria fakir miskin dari Persia, dia bukan berasal dari kelurga berdarah biru dan bukan saudara kandung dua putra raja yang lain, bisa mengembalikan kepercayaan kedua saudaranya dan rakyatnya akan sebuah kebenaran dengan usaha yang besar, dan takdir yang dia punya.