SIRAMAN
Sabtu Pon, 19 Februari 2011.
Pagi kegiatan finishing untuk dekorasi tenda, termasuk dékor taman didepan dekor pelaminan, dekorasi siraman, serta kamar pengantin dan pasang sambung tuwuh
(janur/daun kelapa muda warna kuning, pohon pisang lengkap dengan pisang dan hiasan dipasang di depan halam rumah.

Sambung tuwuh, pisang dua tundun masih di tutup karung biar masak
Siang, pkl. 13.00 wib, perias dan asistennya sudah datang ke rumah. Saatnya aku di rias untuk acara siraman. Ini sudah memasuk awal dari acara inti. Pertama make-up ringan dan ganti pakaian jarit basahan untuk siraman, setelah semua selesai dipasang baju roncean/rangkaian kuncup bunga melati dipasangkan diatas bahu menutupi dada dan punggung, kemudian dipasang lagi roncean kuncup melati sebagai bandana. Selain aku, kakak kandung ku nomor 1 di dandani dengan baju beskapan karena sebagai pengganti/wali dari Alm. Bapak, Ibu di rias sanggul lengkap dengan kebaya.
Acara dimulai setelah adzan Azhar. Pukul 15.30 WIB Acara dibuka oleh pranoto coro/ MC.
*Byaaar… silau lampu kamera shooting membuat silau kedua mataku.
Pengambilan gambar di dalam kamar pengantin, diarahkan sedemikian rupa. *Halah bahasanya. Aku dituntun oleh perias Mbak Siti namanya ke gebyok pelaminan, disana sudah menunggu duduk Mas Heru kakak lelaki sebagai wakil dari Alm. Bapak dan Ibu. Aku berjalan jengkeng/berjalan dengan lutut untuk sungkem ke Romo, Ibu, saha sungkem dumateng para pinisepuh ingkang derek nyirami/jamasi calon temanten Puteri ((sungkem ke Ayah/wakil dari Alm. Bapak, Ibu, juga sungkem ke para orang tua (yang sudah pernah menikahkan anaknya) untuk memandikan/mengkramasi calon pengantin puteri)). Acara dilanjutkan yang dipandu MC, aku berjalan di damping oleh Ibu dan kakak lelaki ku menuju ke tempat siraman. Sebelum acara siraman di mulai, sebelumnya ibu mengambil air siraman bunga dan air 7 sumber mata air, sebanyak 7 gayung dituang ke bokor, yang hendak untuk diberikan ke calon pengantin lelaki. Semua berjumlah ganjil.
Siraman diawali oleh Ibu 3 kali siraman (ganjil) *Byuur siraman pertama ke kepala dan muka baru siraman pertama sudah njendindil dingin, siraman kedua kepala badan, siraman ketiga seluruh badan. kemudian wakil dari bapak “Pak Surapto” namanya, masih saudara, kebetulan kakak pertama Mas Heru belum menikahkan anaknya jadi tidak boleh nyirami calon pengantin, lanjut sebanyak 7 orang (Ganjil lagi) ke 4 orang lagi nenek, besan Ibu, dan terakhir mbak siti/perias. Terakhir wudhu dengan air kendhi, kemudian kendhi di pecah oleh Kakak dan Ibu.

Acara selanjutnya Bopongan (Romo Bopong/gendong temanten putri), huwaaa ini yang seru! Aku digendong ahaha…

Aku masuk kedalam, mandi dan ganti baju kebaya. Siap untuk Petet Rikma (Kerik rikma/rambut). Selanjutnya acara Mande/Sadean (jualan) dawet ayu yang jualan ibu, dan Mas heru yang memayungi ibu, sedangkan pembelinya para tamu-tamu undangan dengan membawa uang dari klereng/batu bata yang dibentuk bulat seperti uang.

Wilujeng potong tumpeng robyong (nasi tumpeng di hiasin bunga, ingkung/ayam kampung panggang utuh, dan aneka lauk masakan jawa tradisional (botok, urap, sayuran) aneka polo pendhem harus ganjil jenisnya (singkong, ubi, talas, uwi, enthik), jajan pasar (grontol, gethuk, kacang rebus ) , jenang sengkolo putih dan merah. Dan aku pun di suapin Ibu dan mas heru diambilin ingkung bagian kepala dan paha ceker. Bermakna kepala: supaya bisa jadi pemimpin (kepala), memiliki pangkat derajat. Sedangkan paha ceker: bisa “ceker-ceker” seperti (ayam mengais untuk mecari makan) mencari/mendapat pekerjaan yang baik untuk menghidupi keluarga, dilanjut dengan dhahar kembul (makan bersama-sama).

Kintun toyo sekar setaman dating calon besan (menyerahkan air bunga setaman ke calon besan) air yang di tuang 7 gayung ke bokor. Di bawa kehotel tempat menginap calon besan dan pengantin pria oleh Mas Tok Kakak ku nomor 2 beserta isteri.
Lanjut ke acara Srah-srahan/Pasuwitan/Jonggolan/Midodareni. Sore itu aku dengan perias di kamar acara kerik sinom (rambut sinom/rambut halus di pangkal kening) artinya mbuang suker/mbuang sawan (membuang semua hal-hal buruk didalam tubuh calon pengantin, supaya tinggal yang baik-baiknya. Sedangkan di Islam tidak dibolehkan acara kerik sinom. Setelah itu aku didandani/dimake-up yang konon ceritanya acara midodareni supaya di datengi dan dimasukin sukma bidadari, supaya mencorong cantik, berprilaku baik seperti bidadari.

Pukul 19.00 wib calon pengantin pria beserta keluarga datang ke rumah. Aku tidak diperbolehkan bertemu ataupun keluar menemui calon pengantin pria. Acara di luar meliputi Pasrah sanggan dan pasrah pasuwitan/srah-srahan. Meliputi pakaian lengkap untuk acara akad nikah (kebaya, longtorso, stagen dan jarit wahyu temurun corak putih 2 pasang), pakaian sehari-hari keperluan calon pengantin wanita lengkap, buah-buahan, kue, jadah, dan jenang.
Sedangkan dari pihak keluargaku menyerahkan Kancing gelung (pakaian lengkap untuk acara temu manten. Meliputi baju, jarit, topi, stagen dan keris.
Acara seserahan selesai, calon pengantin pria pulang. Aku harus bertahan dengan kebaya lengkap dengan riasan sampai pukul 00.00 wib baru boleh ganti pakaian, membersihkan muka dan tidur. Aku sudah gelisah menunggu pukul 00.00 wib, sudah gak betah dengan pakaian kebaya, sesak, rambut disanggul modern, muka full make up arghszz,,,,,.. untung aku memiliki banyak ponakan, kamar pengantin menjadi kamar bermain anak-anak, ahahaa aku ditemani ponakanku yang gokil, lucu, gendut yang menghibur disela-sela aku pengin nglempengke geger (meluruskan punggung sembari tiduran) tapi kan terhalang dengan sanggul dan kebaya. Intinya harus sabar. Jadinya menghibur diri dengan twitteran.

Pukul 00.00 wib lewat tepatnya kebetulan tidak ada acara Wedak Ripih (ada orang yang ditunjuk untuk membawa bedak calon pengantin wanita mengelilingi rumah dan mengolesi bedak ke tamu undangan/orang yang ditemuin. Cuma ada tetangga yang lek-lek an, bergadang sampai pagi baik di depan dan samping rumah. Cukup terbantu tidak melakukan ritual adat jawa lengkap.
Segera aku ambil pembersih olesin seluruh muka dan leher, dihapus dengan kapas, busyet deh alas bedak tebal merubah warna kapas putih menjadi coklat kekuningan ooh..ooh, ini aja baru sehari, coba bayangkan artis-artis yang bermake up tebal, penampilan seperti itu setiap hari dan hampir seharian muka tertutup make-up tebal, bisa-bisa penyumbang dana terbesar untuk pabrik kapas ahahaa…
Pukul 01.30 Wib Saatnya tidur besok harus bangun pagi untuk akad nikah.
Gubruaak… terbangun segera, karena teriakan kakak perempuanku membangunkanku pukul 5.30 Wib, mbak Siti perias sudah ada di rumah ternyata, langsung segera aku mandi dan sholat subuh. Tak sempat makan, hanya ngemil snack saja, Karena memburu waktu acara akad pukul 07.00 Wib. Kakak perempuan,keponakanku yang perempuan siap rias dan berkebaya, sarimbitan dengan kakak ipar dan kakak lelaki ku. Teman ku Yuyun juga sudah datang siap di rias pagi itu dia sebagai buku tamu.

Akad nikah terpaksa mundur 1 jam karena calon pengantin pria belum datang. Alhamdulilah acara berjalan dengan lancar dan hidmat.