Monday, December 27, 2010
SALAH KERETA
Hari ini Jumat 24 Desember 2010, libur cuti bersama Natalan, jadi aku bisa bangun siang dan bermalas-malasan. Tapi tetap saja tidak bisa bangun siang, karena sudah kebiasaan bangun pagi, niat tidur lagi jadi urung. Tak begitu lama Alarm HP ku bunyi pukul 7 dan biasanya harus bangun terus mandi, bunyi alarm tadi lagu “Echo” R Kelly, kalau kalian mendengarkan liriknya sedikit nakal ehehhe…
Semangaat!! Bangun, nyuci pakaian, bersihin kamar, mandi, keramas, ngeringin rambut secara rambutku sudah panjang sampai pusar dan lebat pula, cukup lama mengeringkannya. Lanjut menyetlika baju yang sudah aku cicil sedikit demi sedikit dari 2 hari kemarin. Yah maklum aku jarang ngeloundry in, selain efisien karena aku tidak begitu percaya akan ke hygienisan serta cara menyletika nya, sudah ada beberapa baju-bajuku rusak karenanya.
Saatnya Packiiiing……!!
Packing!! Ku ambil tas soft brown Bellagio ku, packing :
- 1 stell baju
- beberapa pakaian dalam
- peralatan make up
- charge HP
- headset
- tissue yang enggak boleh ketinggal
welldone!!! Siap berangkat ke Negara Oslo pukul 4.21 Wib by pramex air. Ada kepentingan keluarga rombongan ibu,kakak,ponakan, keluarga besarku hendak berkumpul di Oslo atau Solo terlebih dahulu sebelum ke Jogja.
Masih banyak waktu jam menunjukkan pukul 12.30 Wib, “Criiing…” bunyi sms, aaii..iih ternyata temanku mengajak ketemuan ke Snap Café, baiklah langsung aku ganti baju, ambil tas hitam Nevada masukkan lepie, charge, dompet, tissue, HP.
Sesampai di Snap café. Hmm.. masih sepi, gak biasanya aku kesana siang dan hari kerja. Yah karena hari ini aku libur, juga pada libur natal wajarlah sepi. Waitress ngasih pin wifi serta tak lupa aku selalu memesan minuman favoritku Ice cream chocholate dan sandwich cool. Mulai browsing-browsing, ngobrol, berhaha hihii…tak terasa sudah jam 3.15, saatnya aku harus kembali ke kos, ambil tas packingan tadi and meluncur ke kos temenku Adam namanya, titip “my Babyblue” (panggilan sayang motorku) aku minta tolong dia untuk mengantar kestasiun lempuyangan.
Antrilah di loket untuk beli tiket, jangan nyopeeet…awaas ada jambret… “Padayangan Project” masih ingat kah kalian lagu itu? Kira-kira waktu aku SMP ngetrend sekali lagu itu. Ahaa.. aku pun berdesal-desal antri beli tiket, ternyata peak session ini kreta ekonomi laris juga, pada mudik rek! Gilirankuuu.., “pramex solo satu pak, ini yang turun stasiun palur kan pak?” tanyaku sambil nyodorin uang sepuluh ribu rupiah, Iya, jawab mas-mas penjaga loket sambil menyodorkan sobekan tiket, dan selembar uang seribu rupiah kembalian uang sepuluh ribu ku.
Seperti biasa autisku muncul, ku ambil HP dan buka Foursquare untuk check in di stasiun lempuyangan, argghh In****t…lemot!! Exit kemudian kembali ke bookmark login lagi, dan lagi-lagi lemot…aaah habis kesabaranku. Ku masukkah HP ke dalam tas begitu bunyi suara pengeras memberitahukan kereta pramex sudah datang. Ya aku berjalan menuju jalur 2 rel, yang disebelah utara, karena biasanya yang sebelah selatan untuk turun penumpang. Jadi kalau mau mencari tempat duduk susah, harus menunggu penumpang di dalam kereta turun dulu, sedangkan pintu sebelah utara sudah terbuka dan berjubel-jubel manusia yang menaikinya. Well aku berhasil naik dan mendapatkan tempat duduk sesampai stasiun tugu.
Pramex yang ada gerbong khusus wanita, tapi tetap ada penumpang prianya
Ku ambil HP sms dan telepon memberitahukan bahwa aku berhasil naik pramex dan dapat tempat duduk.
OuuueeMGiiiiee!!!! Kageet aku, kenapa pramex ini dari tugu langsung berjalan ke barat bukan kembali ke timur, ke stasiun lempuyangan, Aaaarrgghh…aku salah naik kreta pramex. Ini kan jurusan Kutoharjo….Lenyyyyy stupid!! Mikir apa siiiih kok bisa-bisanya salah kereta padahal kalau dibilang naik kereta apalagi Pramex aku sudah bisa dibilang Qatam, tapiii kenapa hari ini aku salah naik siih……, untung mbak-mbak depanku melihat kepanikanku menelepon seseorang, dan bapak sebelahku juga bertanya, “loh mbak mau naik kreta kemana?”, "ke Solo seharusnya, bukan ke kutoharjo, aduh pak, mbak saya salah kereta nih, habis ini ada stasiun mana ya?” tanyaku sambil nenangin diri supaya tidak panik, “oh ada depan nanti stasiun wates”, ucap mbak-mbaknya. Baiklah aku nenangin diri, seandainya kalau naik bis bisa langsung teriak “Paaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak berhentiii, stoop stoop!!!!!....., laah ini kereta adanya cuma pasrah menunggu berhenti di stasiun berikutnya. Aku langsung sms kabarin kakakku perempuan yang di Solo, tujuanku yang sebenarnya, dia dan dia. Tapiii mereka malah…menunjukkan sedikit kekhawatiran malah serta merta menertawakanku. Arghz….
Ternyata jogja wates 40 menit, hampir sama jogja-solo. Ooh, seharusnya aku sudah sampai ke solo, sedikit menggerutu dan ketawa dalam hati, aah kok yo bisa-bisanya salah kereta ahaha…., Lenyyy stupiiid, sxwang!! *bahasa Elf berarti bodoh.
Selama perjalanan sempat ngobrol dengan bapak sebalahku, dan lagi-lagi dia keberapa ratus orang yang berbicara padaku menganggap aku masih kuliah semester awal pula, duuh mukaku apa kelihatan masih imut-imut ya pak, “Batinku”. Sambil tertawa aku jawab “saya sudah lulus kuliah,sekarang sudah bekerja pak”, “oh ya lah tak pikir masih kuliah” senyum dan tawa bapak itu mencairkan suasana. “Bapak mau kemana, kerja dimana pak”? tanyaku, “saya dari Jakarta nengok orangtua saya di jogja, saya asli jogja mbak, sekarang mau ke kutoharjo ke tempat saudara, kerja di trans Jakarta saya mbak,terus mau lanjut pulang ke Jakarta", jawab bapak itu. Kami larut dalam percakapan. “mbak depan sudah stasiun wates, siap-siap aja,soalnya gak lama berhentinya” mbak-mbak depanku kasih tau aku. "Ooh ya, baik tak siap-siap aja kalau gitu, kira-kira ada kereta ke jogja gak ya selain pramex ini nanti kembali lagi ke jogja"?, Tanyaku sambil mbenerin resleting tas. “Oh ya biasanya sih ada, cuman gak yakin aja”, jawab mbaknya, “ya kalau tidak nanti naik kreta ini lagi aja mbak”, jawab bapak sebelahku. “Aduuh ya nanti tak tanya ke petugas stasiun saja, mari saya turun dulu ya mbak, pak, terimakasih”, jawab serta aku pamit sekalian, berdiri dari tempat duduk, bersiap di depan pintu keluar dengan perjuangan membelah lautan manusia yang memenuhi kreta gaya standing air.
HP ku berbunyi oh ternyata kakak perempuanku, dilanjut bicara dengan suaminya, tau tidak, rombongan keluargaku dari madiun tidak jadi mampir ke solo, jadinya aku tidak usah berngkat ke solo. Aaah lega campur jengkel juga karena sudah terdampar di Negara wates, kenapa aku tidak diberi tahu sebelum berangkat,beli tiket,kesasar pula, kasihan sekali nasibku. So aku Tanya sama pemilik toko makanan di stasiun itu. “buk kalau naik kereta ke jogja jam berapa ya?” tanyaku, “Sudah tidak ada lagi mbak, ya nanti nunggu jam 18.00 naik pramex itu tadi dari kutoharjo kembali kejogja”, “aduh lama ya buk, kalau naik bis bisa naik apa buk?, “Oh naik ojek/becak lima ribu mbak" dengan cepat ibu itu menjawab, "ooh ya kalau turun gamping aja bisa kan?", Tanyaku, bisa mbak “jawab ibuknya lagi” , "ya sudah bu, terimakasih ya", ucapku.
Ojek..ojek mbak..begitu aku keluar dari stasiun, aku bilang “ojek pak, naik bis yang ke gamping ya pak, biasa ya pak lima ribu", tanpa ada tanya jawab berapa harga tarif ojek, langsung aku bandrol lima ribu, dan bapaknya baik kok, dia mau dan nungguin kasih tau bis yang jurusan gamping datang.
“Pinten pak? (berapa pak) turun gamping ya pak”, tanya dan meyakinkan ke kernet bisnya, "gangsalewu mbak" (lima ribu mbak), kuserahkan uang lima ribu ke kernet bis. Oooh aku diantara bapak-bapak pekerja pabrik, tukang bangunan sepulang kerja, sudah lama aku tidak merasakan naik bis dengan orang-orang seperti itu, sambil menikmati pemandangan sawah, desa-desa kota wates, bis berhenti dan naik 3 ibu-ibuk dengan rambut di gelung, mengenakan pakaian batik, membawa Injil dan dompet di genggamannya, ooh mau ke gereja pastinya ibu-ibu ini, batinku. Benar juga mereka turun di depan gereja. Aku pindah tempat duduk samping kanan pintu, supaya mudah turun, secara baru pertama kali ini naik bis dari wates ke gamping,
Gamping-Gamping…”sini gamping ya pak, tanyaku memastikan ke kernet bis” iya mbak… dan akupun turun dari bis tepat di depan pasar gamping, sambil menunggu jemputan dia fajar namanya.
Hauuuss….aku masuk swalayan membeli minuman pocary sweat yang ku ambil langsung dari chiller, bayar ke kasir. Menunggu diluar swalayan sambil autis online HP.
Well jemputan datang.
Alhamdulilah sampai kos dengan selamat, langsung aku mandi, ganti pakaian. Ternyata tidak rugi juga tidak jadi ke Solo, diajak makan di phuket warung makan special masakan Thailand.cukup memesan French fries dan sapi panggang Bangkok, minum jeruk anget.
Hhh selama pulang aku membaca sms dari ibuku, kakak-kakakku yang menertawaiku dalam piknik, alias jalan-jalan salah kereta dari jogja-wates-gamping-jogja.
Pengalaman yang konyol dan so amazing, meski Cuma dari Jogja-wates.
Subscribe to:
Posts (Atom)