Untuk persiapan pernikahan aku mendapat cuti 8 hari.
Kamis Pagi pukul 7.00 aku perjalanan pulang ke Madiun, sesampai di stasiun Madiun di jemput Mas Wawan kakak ku nomor 5, aku anak bontot/ragil/bungsu nomor 9, anak nomor 1 sampai 6 cowok semua, dan 7 sampai 9 cewek. Ibu Alhamdulilah masih sehat mendampingi kami anak-anaknya, Bapak sudah 6 tahun meninggal dengan tenang karena sakit jantung I Miss My Dad. Aku bersyukur mempunyai keluarga besar yang kompak dan bahagia. Amin.
Sesampai di rumah. Di halaman rumah sudah banyak tukang pasang tenda, aku keluar dari mobil, menenteng tas, kakakku membawakan koper yang berisi baju resmi, kebaya dan baju casual cukup beberapa hari max 1 minggu , toh aku masih ada baju di rumah. Aku masuk ke rumah, dibelakang juga sudah ada tukang masak. Mereka menyicil masak untuk acara /Pengajian hari Jumat, 18 Februari 2011.
Siang itu aku membantu Lek Maerah biasa dipanggil “Lek Rah”, dia tetanggaku yang paling sepuh, biasa suka masak, dan penganut tradisi Jawa sudah melekat pada dirinya. Aku membantu menyiapkan sesajen “cok bakal” , "ayam panggang utuh", dan "tumplak punjen", untuk prosesi acara.
Cok Bakal : Persyaratan untuk acara manten, yang harus dsajikan di tempat tertentu. Tujuannya Biar selamat, lancar acaranya, tidak ada halangan atau gangguan. Isinya terdiri dari : pisang setangkep, kelapa,kembang telon, bawang merah, bawang putih, cabe merah, daun sirih, kapur sirih, gambir, kemiri, daging kelapa yang di iris, telur, beras, ketan, gula merah, nasi gula merah, rokok, binat (uang). Semua itu di tata di kranjang anyaman bambu sedemikian rupa.
Contoh : di atap rumah depan, di sumur, di tempat orang memasak, di kamar manten, tempat ganset, dan masih bnyak tempat yang lain.
Sedangkan ayam panggang utuh dan cok bakal khusus diberikan untuk dibawa pulang perias.
Tumplak Punjen * : Persyaratan untuk hajat pengantin anak terkahir baik lelaki maupun perempuan. Tujuannya : Sebagai orang tua sudah selesai menyelesaikan tugasnya memelihara dan membesarkan anak-anaknya menjadi orang yang sudah berkeluarga. Juga untuk keselamatan dan tidak ada halangan suatu apapun. Semua isi bermakna : kotak tempat sebagai Rumah, Uang sebagai harta dari hasil kerja, Beras, kacang, kedelai hitam-putih, kacang hijau, kacang tolo sebagai simbol kesejahteraan untuk bahan pokok dan persediaan makan tercukupi, terakhir telur untuk memberi keturunan yang baik. Semua itu perlambang kehidupan.
Aku membantu mempersiapkan 9 tumplak punjen, sesuai jumlah anak.
Malamnya aku dan kakak ipar perempuanku menyiapkan asul-asul (berisi makanan kue kering untuk tamu keluarga dan tamu jauh) yang diberikan waktu pulang setelah datang ke acara ataupun setelah acara. Kenapa tidak ada kakak perempuanku? Karena kedua kakakku belum datang, posisi kakak nomor 7 masih di Malang kakak nomor 8 masih di Solo, mereka pulang hari Jumat, 18 Februari 2011.
Keesokan harinya. 18 Februari 2011 baik di depan dan dibelakang serta di dalam rumah sudah super sibuk. Bagian depan sudah pasang tenda, pasang anjat/panggung untuk elektone, pasang Gebyok/dekor, dan pasang gebyok/dekor kecil untuk siraman. Di dalam rumah sedang sibuk dekor kamar pengantin. Di belakang sibuk masak untuk pengajian nanti malam. Ba’da/setelah Isya’ diadakan pengajian kirim do’a sebelum dilaksanakan acara pernikahan, meliputi Siraman, Midodareni, akad nikah dan resepsi. Pengajian dengan budaya Islam dan tradisi Jawa disajikan sajen ditengah para undangan pengajian kirim doa di berikan setangkep/2 sisir pisang raja, pisang yang paling bagus,kembang telon dan di selipin Binat/uang yang dibungkus kertas/amplop. Yang artinya 2 tangkep adalah 2 orang yang dijadikan satu, pisang raja adalah mempunyai pangkat derajat yang tinggi seperti raja, kembang telon adalah kembang/bunga yang harum, baik dengan sesama dan perilaku yang baik di pandang dan di dengar oleh masyarakat, Binat/uang sebagai upah yang memimpin doa pengajian.
Setelah pengajian kirim doa. Aku dan kakak-kakakku melanjutkan menyiapakan asul-asul dan keperluan untuk acara besok Sabtu 19 Februari 2011.
Perasaan mau nikah kok biasa-biasa saja ya, aku kok enggak deg-deg an, grogi atau gimana-gimana gitu. Semua ini karena do’aku dan orang-orang di sekitarku. Jadi aku kuat dan tabah. Amin.
Waaaaaaaaaaaaaahh.... mbak len mau merid yah?? Selamat yah mbaaaaaaaaaaaakkkk.. *peluk.hehehe*
ReplyDeleteBtw,mas ku jg anak terakhir? Ini perlu yah?? Kagak ngerti akuw mah.. bukan org jawa soalnya. hihihi :p
sudah meriiid. tanggal 20 Februari 2011 kemarin ^^
ReplyDeletewuaakakakakaaakkk... dah lewat seminggu dunk hunnymoon ny?? hihihihi *congrats* :D
ReplyDeleteWow... Ribet juga yak. Banyak persiapannya.
ReplyDeletesemoga semuanya lancar yah...
ReplyDeleteNina... ehehe want to know loe ya :p 'tumplak punjen' trngntung cowmu dr jawa n mau ada pakai adat/tdk? sok tanya #minjemin Hp buat nelpon hihihi
ReplyDeleteBee... how bow how?
Lafatah.. Ya begitulah masih bersambung critanya..
mas dayan Amiin Alhamdulilah lancar
Nina... ehehe want to know loe ya :p 'tumplak punjen' trngntung cowmu dr jawa n mau ada pakai adat/tdk? sok tanya #minjemin Hp buat nelpon hihihi
ReplyDeleteBee... how bow how?
Lafatah.. Ya begitulah masih bersambung critanya..
mas dayan Amiin Alhamdulilah lancar
Mas ku jawa kok... tapi mau pake gak yah?? au deh gelep *ambil hp trus ngloyor pergi.hehe
ReplyDelete