Ole.....
Berawal dari hasrat keinginanku yang tiba-tiba muncul, pikiranku melayang ke jenis makanan tradisional dan buah langka.
Sampai aku membuat list makanan tradisional yang harus aku makan bulan ini :
1. Bubur sumsum,
Sudah 1,5 bulan yang lalu keinginanku untuk makan tapi belum ku temukan yang lezat dan gurih serta manisnya kuah gula merah. Sluuruuph…
2. Jenang grendul,
Hm lheerr...kalo di sendok jenangnya terbuat dari tepung beras dan grendulnya berbentuk bulat dari tepung ketan yang di bulat-bulat meleleh licin serasa tidak mau diambil oleh sendok dan masuk kemulut....Sluuruuph, ini sudah kesampaian aku memakannya, sekitar satu minggu yang lalu aku pergi ke Solo dan itu juga karena berkat teman kantorku dia membawanya Import dari UK (United Klaten) maaf terlalu lebay hehehe…
3. Grontol jagung,
Butiran jagung yang direbus dan dicampur dengan garam serta parutan kelapa, sudah berhasil aku memakannya bulan kemarin, temen kantor ku yang rumahnya di daerah tepat dibawah gunung merapi desa Sembung kaliurang tepatnya lumayan jauh dari pusat kota. Pasar tradisional dan makanan tradisional disana masih cukup lengkap, jadilah dia membawakannya untuk ku. Pagi-pagi sesampai dikantor, dia langsung menaruhnya di mejaku sambil berkata "Ini pesenanmu wes tak golekke grontol e, ndang di entekke loh". Hahaha aku bersorak girang, kuambil 2 bungkus plastik bening ukuran 1/4kg an jadi cukup sedikit, makanya aku ambil 2 sisanya aku bagi ke temen-temen yang lain. Maklum lagi nyidam jadi teman-temanku memaklumi ku. Senyum 3 jari ku mengembang.
Grontol jagung rebus yang ini lumayan enak, jagungnya bersih putih ditaburi parutan kelapa, dan garam yang membuat rasanya Hmmm sensasi tersendiri makanan Indonesia kaya akan rasa...jauh sama Sweatcorn, Pizza, chicken burito atau kebab turky. Selang seminggu temanku yang berasal dari "UK" United Klaten membawakan grontol lagi Grontol Import fresh from UK "United Klaten" Aiih celetukku. Akan tetapi lidahku kurang begitu merasakan sensasi rasa grontol import itu, terlalu virgin rasanya alias kurang rasa taburan garam,dan kebanyakan parutan kelapa alias hambar. Terima Kasih tidak lupa aku ucapkan ke teman-temanku.
4. Meniran,
Seperti arem-arem cuma sedikit beda rasanya, berasal dari beras menir, parutan kelapa, ikan teri dan lamtoro ditempel di pinggir nasi (sedangkan arem-arem isi didalam nasi) yang dibungkus daun pisang. Ini juga dibawain dari Desa Sembung kaliurang. Nikmat buat sarapan, cukup mengenyangkan, ditemani teh anget.
5. Nasi jagung
Lauk ikan asin sambel kelapa pedas, daun singkong, ini yang belum aku temukan terakhir kali makan thn 1999 beli di pasar tawangmangu Karanganyar Solo, dan sampai sekarang belum menemukan se enak itu. Ada, aku menemukan tetapi hanya nasi jagung saja yang di cetak padat bulat, tanpa lauk dan sambal.
6. Juwet atau duwet,
Orang Inggris biasa menyebut “java Plum”, buah langka jenis anggur jawa. Buahnya sebesar jempol, bentuknya lonjong berwarna hitam ke ungu-unguan daging buahnya berwarna putih ke unguan, rasanya manis sedikit masam, lebih enak disajikan dengan taburan garam, pohonnya rindang tinggi meraksasa dan biasanya kebanyakan tumbuh di kuburan atau di kelompok pohon yang besar. "Glekhh" menelan ludah, ada yang tau tidak sekarang cari buah juwet/duwet itu dimana?
7. Buah Salam,
Buahnya berwarna hitam, ukuran kecil seukuran cermai, rasanya manis. Nama buah dan daunnya juga sama “Salam”. "Bay Leaf" atau daun salam yang biasa buat penyedap masakan, pohonnya juga meraksasa. Dulu sewaktu kecil aku suka bermain bersama temen-temenku menjelajah kampung temenku yang jauh dari rumahku dan mulai mengambil "nyinggek/genter" atau Galah untuk memetik atau apa ya istilahnya "meng-nyinggek"/memetik buah kecil2 itu. Sampai saking sukanya makan aku bawa pulang dan ku taruh saku, ternyata sepanjang jalan naik sepeda buah itu pecah atau lecet alhasil warnanya meluber disaku celanaku dan membentuk noda yang besar warnanya merah ke ungu-unguan tidak bisa hilang pula. Aah ingat masa kecil dulu sampai kena marah ibu, pulang main baju selalu kotor, dekil pula hahahaaa..
8. Ciplukan,
Tumbuh berkelompok pohonnya pendek tingginya kira-kira 0.5M, berbentuk bulat kecil seperti buah talok/cersen manis kalau matang dan asam kalau masih mentah, ranum mengkilat bulat terbungkus lapisan daun yang berjari jari bulat ke lonjong. Buah langka berkhasiat sebagai obat herbal juga tepatnya untuk sakit paru-paru. Itu juga karena ayahku menanam pohon itu di kebun kami. Hmm sewaktu kecil aku suka mencari buah yang sudah matang, ku pegang buahnya yang mesih ketutup lapisan daun yang membungkus, bila ditekan empuk, ginyuk-ginyuk istilahnya matang, ranum, atau apa ya, yah pokoknya seperti itulah, baru aku menyobek daun yang membungkus buah ciplukan dan langsung ku petik karena sudah matang dan pastilah manis. Rasanya manis, asam, seger meluber bila sudah digigit “plak” bunyinya, baru dikunyah raut muka yang berbeda bila merasakan sensasi rasa buah ciplukan itu, kangen akan rasa itu sekarang.
9. Umbi Uwi dan Ntiek,
Sejenis umbi umbian rasanya hampir mirip seperti ketela/singkong. Penyajiannya direbus terlebih dahulu, disajikan sewaktu masih hangat, enak dinikmati di pagi hari ataupun pas hujan-hujan seperti sekarang ini. Dahulu sewaktu masih dirumah, aku juga suka mencicipi hidangan ayah, yang bisa berkhasiat untuk diet gula darah juga, karena tidak banyak mengandung gula seperti ketela/singkong.
10. Sempe dan Kembang gula, makanan jaman bahoelak.
Sempe berbentuk tipis dan bulat seukuran bulatan mangkok kecil, sedangkan kembang gula bisa berbentuk bulat padat tebal berserabut lembut panjang tak terputus dan manis tentunya berbagai warna dan rasa, bisa juga dalam kemasan toples. Kembang gula di taruh di atas lempengan sempe dan di tutup dengan sempe berbentuk seperti gapit, makanya dinamai gapit sempe. Dan ini baru berhasil juga aku dapatkan kan berhubung hari minggu kemarin ini keluarga Madiun datang ke Jogja, Ada pula gapit pecel aku suka sekali karena mungkin aku orang Madiun. Ini lain bahannya yaitu dari krupuk dan sayur-sayuran yang dituangi sambal kacang dan di taruh di antara krupuk dan di gapit, siap dimakan. Hhhsss…pedas nya bikin goyang lidah.
Baru itu makanan tradisional dan buah langka yang aku pengen akhir-akhir ini, ada yang sudah terealisasi ada yang belum. Dibilang nyidam bisa iya tapi bukan nyidam karena hamil, karena memang belum hamil dan ingin hamil juga, tapi belum menikah. aduh kok jadi nglantur seperti ini ya. Dan berharap itu Pasti.
Hahaha,,,,,
Ada yang beda ya..
ReplyDeletekalo di tempat simbah (eh sama ya) namanya jenang gendul, ceplukan (di sawah banyak kalau lagi musim kemarau).
Pernah makan gayam belum? semacam buah biji yang direbus, dan berasa gurih.
wuiiih....wuenak kuwi grendul karo sumsum.
ReplyDeletekalo buah salam itu nggak pernah denger (mungkin tau tapi ndak tau namanya hehhe)
belum pernah makan meniran, pernah denger
kalo yang ke.10....di Jakarta sini banyak yang jual, dengan nama "Rambut Nenek" (nenek siapa gitu???)
iya mbaah...
ReplyDeleteEh gayam? Belum pernah mbah, boleh deh kalo masih ada bawain aku mau coba....
Ahaha..coba deh cari, beli dan makan... yg ke 10. rambut nenek ya namanya? hiii hii tapi emang bener kok lembut berserabut rambut *rambut nenek ahahaa
ReplyDeleteDulu sering ada waktu kecil di tempat eyang...
ReplyDeleteKapan-kapan kalau ada... *kapan ya..
kalok di Malang biasanya orang yang jual uwi, pasti jual gayam juga
ReplyDeleteitu kalo maem gayam ngupasnya nggak bener, lidah bisa gatel hehhehhehe
Gayam bukannya udah kupasan?
ReplyDeletebukannya ada yang jual printilan masih berkulit? :D
ReplyDeleteeh, mbuh lah...hahhaha lupa, udah lama. jangan-jangan yang diomongin beda
Kalau yang dimakan yang masih berkulit itu ya jelas bukan gatel lagi... le ngotot-otot jadi kayak pemakan segala.. *manusia kan memang pemakan segala ya.. :D
ReplyDeletewahahahhahahaha...
ReplyDeletenampol nih :D seratus untuk Anda!!
masalahnya dulu kan..lah sekarang pohonnya msh berbuah ga? or pohonnya udah binasa??
ReplyDeleteduh gayam tuh yang kek gimana to? "Ganyong" itu bukan??....# gak bisa bayangin kok printilan, kupasan, gatel, gurih ...
ReplyDeleteBukan ganyong, itu telo...
ReplyDeleteKayau gayam itu mirip buahnya mirip keben tapi jauh lebih kecil paling sekepel anak bayi. nah setelah dikupas/ digepuk, dalamnya ada daging bijinya, itu yang direbus. ditambah garam rasanya gurih...
Ahaa..Inggrisnya "nggragas"
ReplyDeletesearching google.**TKP
ReplyDeleteooooooooooooooooooooooooooooooooooo yang iniiii!!!
ReplyDeletetau tau tau.....
jadi yang gw omongin tadi namanya apa yah???
keluarnya pilem india..udah nyoba tadi ~_~
ReplyDeletekembang goyang, Biii... kembang goyang! nek ngantenan ning ndeso kae lhoo
ReplyDeleteeh, we suk ngantenan ana kembang goyange ra? Kintjang lak jik ublem deso too. hahaha.
jo ngono we. wi presiden wi nek meh ning Mediun lewat Kintjang lho wee...
bentoel, Dan. bentoel itu kalau ngupas kulitnya gak bener bikin gatel
ReplyDeletebukan, Des...
ReplyDeletekalo bentoel gw tahu...
itu lho..kayak umbi tapi cilik-cilik buled dan anyep..mirip mpon-mpon bentuknya, tapi itu umbi (mengandung karbohidrat maksudnya)
Looh ini malah keluar aneka satwa..udah di reload berkali kali *LOL
ReplyDeletebtw, gayam ki bukane jeneng dalan kosmu biyen, Bi? sik enek radio Geronimo kae lho
ReplyDeletejuwed. Madiun kota Gadis, budidaya juwed. hahaha. amu mau ikud naik pohon juwed taa? ubug ciang di sana, Cantiik... *nggilani tenan owk Wandoyo's style ki suwi-suwi
ciplukan? emange ning Medinu ana ciplukan taaa? talok lhooo... ngapusi wee... gak enek ciplukan lho wee ning Medinu kii.
Kleci, eh bukan itu kentang ding. Jangan-jangan gadhung, tapi gadhung agak besar...
ReplyDeletegadhung taunya bentuk kripik doang...
ReplyDeletebukan gadhung..hehehhe
tar deh sms orang rumah dulu *jadi malu*
Onoo Biii.....we i lo giayamu tak oglegh=oglegh aimu lo...
ReplyDeleteSeet dah, cantik ubug ng wit juwet ro lamtoro hahhaa...*keno pengaruh wandoyo kabeh awakke dewe
lah yen sukun apane gadhung???
ReplyDeleteini jawaban mbah google:
ReplyDeletehttp://www.google.com/search?hl=en&q=%22buah+gayam%22&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
aku kok ra dong blas to babagan diskusi umbi-umbian kie
ReplyDeletetelo kaspe
Beda, kalo sukun kan neng uwit nduwur, kalo gadhung ki umbi di dalam tanah.
ReplyDeletekalau gadhung kalau nggak bisa ngolahnya bisa keracunan..
ho iya...ini dulu pernah dikasih tau eyang
ReplyDeletewahahhahahhah...
ReplyDeleteiki lek neng Kediri dan sekitarnya :D
lek Malangan telo = ubi, pohong = ubi kayu
Mendhem gadhung... =)), yen ng bandung Ubi= Ubi Cilembu, Ubi madu..
ReplyDeletehaaaa... lempeng gapit! gelem! aku lagi pengen wii! gelem aku!
ReplyDeleteKalau mendut?
ReplyDeleteitu jajanan, dari tepung ketan, isinya enten-enten, dibuntel daun pisang
ReplyDeletemendut mendut enak...
ReplyDeleteDesi Bii..gapit enak krupuk gapit, mimik e dawet
pada tau "Siter" ga?
mendut ki candi. eyip to. mendut ki jajanan bungkus dong gedhang, dalemnya gula merah. dibungkus bentuk kerucut. nek pas slametan babaran kae lho.
ReplyDeleteenak nggae lempeng no, Bi. umbas ning pasar gedhe po pasar kawak ngunu.
siter ki alat musik!
nek jemblem apa hayoo? timuus... timuuuss...
kok dadi kuis makanan tradisional :D
ReplyDeletetimus ki gorengan teko pohong, isine gulo abang
lek jemblem...isine opo yo?(lali bedane karo timus :D)
lek sawut weruh ndak? lentho?
Sawut menika saking telo diparut, lajeng direbus banjur dikrawu ngagem parutan klapa...
ReplyDeletelentho menapa lenthuk? saking telo ugi, dipun rebus, lajeng dipun lembutaken, banjur dicampur nopo ngoten, lajeng digoreng..
Jemblem? nembe mireng... nek timus kulo asring nedha
ReplyDelete*ajar kawruh basa jawa
lentho ki ndak sing dicampur ning lontong balap kae, Dan?
ReplyDeleteLontong balap? he... lucu..
ReplyDeletejemblem kui cemplon nek ning Yojo
ReplyDeletejemblem punika cemplon menawi dateng Yojo *edisi krama inggil
timus, mbah? dalem puruuun... uwuuun, mbaah... puruuun *nek butuh lagi basa
pokoke seko pohong, diparut, dikrawu karo bumbu (ono kentjure), trus dikepel-kepel tur digoreng
ReplyDeletekadang dicampurke lontong kupang utawa dimaem nganggo sego pecel
lek lontong balap mbuh yo, Des.. *metu jawa timurane*
sawut? natos mireng, tapi kesupen.
ReplyDeletegatot? cenil? huaaa... ayo, wes gek ndang mangkat ning pasar. mborong jajanan pasar *ngelap iler
"lentho" kui saking tempe bosok, di campur kaliyan bumbu lan lombok amprihipun pedes utawi sumer sumer rasane njur dibentuk bunder utawi lonjing njur di goreng sampek garing *Beritaa boso Jawa timuran
ReplyDeleteLontong balap lontong di kei petis...*duh dadi pengen rujak petis dikei cingur kikil *ngechees...
ReplyDeleteOh, cemplon...
ReplyDelete:D
bapakku :p
ReplyDeletewujudipun bunder, gepeng.. oh ngertos-ngertos...
ReplyDeleteoiyaa...
ReplyDeletetapi ono sing soko pohong barang, Len...
ono sing eling tiwul ndak? lupis?
Wayah siang pun mboten wonten..
ReplyDeletewah menika makanan wajib saben dinten setu ten kantor
ReplyDeletetiwuuul... ana wi, Daan. ning tjepitan gang ngarep gereja Pakuningratan.
ReplyDeletelupiiiss... wiii... ijo-ijo disiram juruh
kui anuu... gempol reti raa?
Gempol kui enak yuuh garai pengen ae..
ReplyDeleteGempol iku soko tepung beras dicampur parutan kelopo di gempol i, di bunder2 sak kepel, di paringi kuah santan...*Sluruuph... swegeer dimaem awan2 .
*nyengklak sepeda golek nang pasar
gempol? batang kelapa sing isih enom?
ReplyDeletembah, ojok nglucu taaa
ReplyDelete=))
lupis, sawut, jemblem utowo cemplon, enaak loo wii.....,
ReplyDeletecenil, gatot tiwul 3minggu winggi bar digawakke koncoku soko Wonosari alias Hollywood
dulu pas kecil, kalau ada yang nebang pohon kelapa, di bagian yang masih muda deket janur itu kan kayunya masih berwarna putih, nah maksudnya itu, biasanya pada makan itu. sepertinya namanya gempol kalau tak salah.
ReplyDelete*kethok nek nggragas..
Wah, ini di sini ada gethuk... tapi tinggal sedikit..
ReplyDeleteniku sanesipun gandhos?
ReplyDeleteGandhos niku rak sing lebetipun werno putih, digoreng rumiyin. saking tepung beras.
ReplyDeleteMenawi niki saking batang kelopo ingkang taksih enem, werno pethak, nggih mung dicuwil trus ditedho mekaten..
*iklan.. emping jagung (3000)... belut singkong (7000)...
ReplyDelete:D
oooo ngiiiih ngiiih -- manggut-manggut ala mbah-mbah --
ReplyDeleteWah, ini di sini ada gethuk... tapi tinggal sedikit..>> ngaluk-aluk tur sitik. mboten sumbut, mbah
ReplyDeleteahaha. enak lho wi emping jagung kaliyan belut singkonge (wes tekan Malang, Ker!)
gandhos punika kliyat-kliyut alot. njabane ditaburi gula halus.
ReplyDeleteeh, umbel-umbel opo hayo?
ReplyDeleteHmm... kok marai ra selera... :D
ReplyDeletejorok :(
ReplyDelete-- kabur --
lhooh? hahaha. enek tenan wi. tenin. biii... we reti umbel-umbel raa? *golek bolo
ReplyDeletepotone, Des...potone ngendi?
ReplyDeletesik, ta' matur bapak sik ben dikirimi potone
ReplyDeleteretii enak kuwi. umbel umbel pedes di cocol karo krupuk gombal ..mak leer.... *tuku nang ngarep kabupaten alun-alun madiun
ReplyDeletembaah uwun singkong belut mbaah..., umbas wes
ReplyDelete:) kebetulan sedang kosong... besok kalau ada stok tak sms..
ReplyDeleteAseeeeeeekh.............
ReplyDeletehya ampuuuunnnn...ki mik wong 4 iso ngganyik ngremnbug panganan sejauh ini..ckk..ck.ckc.ckc.c.clckckckckc
ReplyDeletehyaaaa... dedengkotipun rawuuh *nggelar klasa, nyumet menyan
ReplyDeletesungkem, Nyai. dangu boten ketingal
nyai lagi sibuk ngasah ilmu kanuragan nyai..
ReplyDeletesemedi 40 hari 40 malam disik..
Mlaku timik timik ben lilin e ora mati, **Sungkem nyai...ilmune pun saged di transfre ke kito kito dereng? **Nambahi menyan ng tungku
ReplyDelete**Ralaat hudu lilin tapi Geni
ReplyDeleteketik reg spasi dulu nini, baru ditransfer..ittupun tergantung tarip berapa..klo cuman 500 transfernya pelit. klo pulsa premium, dipertimbangkan
ReplyDeletelah aku malah onone 100 repeh *ngitung receh
ReplyDeleteSik sik... Kok ana lilin barang ki njuk sapa sing ngepet wi
ReplyDeletelah sopo maneh sing fotone tutupan wajahe, kan isin ndak ketok asline....##Ngongoti lilin...
ReplyDeletengongoti owk gae pemes
ReplyDeletengongoti karo ngrokoti bedone opo Bii??
ReplyDelete